← Daftar Isi BAB VI – Asesmen Korban
← Isi VI — Asesmen Korban
Bab VI — Asesmen Korban

Pemeriksaan
Penderita

Sebelum menolong, pastikan kondisi aman. Periksa kesadaran, pernapasan, dan cedera korban secara sistematis sebelum tindakan lebih lanjut.

Sebelum mendekati korban, setiap penolong wajib memastikan keselamatan diri dan lingkungan. Prinsip 3A adalah fondasi utama setiap tindakan emerjensi.

Aman Diri
Aman Lingkungan
Aman Korban

Bila situasi tidak aman, jangan mendekati korban. Hubungi 112 dari jarak aman dan tunggu petugas. Jangan menjadi korban berikutnya.

Setelah situasi aman, lakukan pemeriksaan secara cepat dan berurutan: cek kesadaran, pernapasan, lalu tangani cedera yang ditemukan.

📞 Nomor Darurat Nasional

Hubungi 112 untuk semua keadaan darurat. Anda dapat menelepon tanpa harus meninggalkan korban — minta orang lain yang menelepon bila ada.

Checklist Pemeriksaan

Pastikan 3A
Aman diri, lingkungan, dan korban
Cek Kesadaran
Tepuk bahu, panggil nama — tunggu 3–5 detik
Minta Bantuan
Seru orang sekitar atau telepon 112
Periksa Pernapasan
Dengar & rasakan napas selama 6–10 detik
Buka Jalan Napas
Head tilt chin lift (bila tidak ada cedera leher)
Tentukan Posisi Korban
Recovery position, CPR, atau tangani cedera
Temani & Monitor
Periksa napas tiap 10 menit sampai bantuan tiba

Jawab setiap pertanyaan sesuai kondisi yang Anda temukan untuk mengetahui tindakan yang tepat.

1
Apakah situasi aman?
Tidak ada ancaman — kendaraan, api, listrik, atau bahaya lain di sekitar Anda dan korban.
2
Apakah korban bisa berbicara?
Panggil korban, tanya "Apa yang terjadi?". Apakah ada respons verbal yang jelas?
3
Apakah korban bernapas?
Berlutut dekat korban. Dengar & rasakan hembusan napas, lihat gerak dada. Lakukan 6–10 detik.
4
Apakah korban sadar?
Korban bernapas — apakah ia membuka mata, merespons sentuhan, atau bergerak?
1
Keamanan
Pastikan 3A
Aman diri penolong, aman lingkungan, aman korban. Singkirkan semua ancaman sebelum mendekati korban.
2
Kesadaran
Cek Respons Korban
Tepuk bahu dan panggil korban dengan suara keras. Tunggu respons 3–5 detik. Bila tidak ada respons, lanjut ke pemeriksaan napas.
⚠ Khusus bayi: jangan diguncang. Cukup tepuk telapak kaki atau beri rangsangan ringan.
3
Bantuan
Minta Pertolongan
Seru orang di sekitar atau telepon 112 tanpa meninggalkan korban. Bila ada orang lain, minta ia menelepon sementara Anda tetap bersama korban.
4
Pernapasan
Periksa Napas (6–10 Detik)
Berlutut di samping korban. Tempelkan pipi Anda dekat mulut dan hidung. Dengar dan rasakan hembusan napas sambil melihat pergerakan dinding dada.
5
Jalan Napas
Buka Jalan Napas
Bila tidak bernapas: posisikan kepala mendongak (Head Tilt Chin Lift). Periksa apakah ada benda asing di mulut dan keluarkan bila terlihat.
⚠ Head Tilt Chin Lift hanya untuk korban tanpa riwayat cedera leher atau kecelakaan.
6
Posisi
Tentukan Tindakan
Bernapas & sadar → tangani cedera. Bernapas & tidak sadar → Recovery Position. Tidak bernapas → CPR segera (lihat Bab VII).
7
Monitoring
Temani & Monitor
Tetap bersama korban sampai bantuan tiba. Evaluasi pernapasan setiap 10 menit. Jangan berikan makan atau minum pada korban yang tidak sadar penuh.
🚫
Jangan Lakukan Ini!
Jangan mengguncang-guncangkan bayi atau anak kecil untuk membangunkan — ini dapat menyebabkan cedera otak serius (Shaken Baby Syndrome). Jangan meninggalkan korban sendirian untuk mencari bantuan — gunakan ponsel atau minta orang lain yang menelepon.
← Bab V: First Aid VI / XI Bab VII: Teknik Resusitasi →
I
Minta Tolong
II
Aman Rumah
III
Kecelakaan
IV
Tenggelam
V
Kebakaran
VI
Gempa
VII
Banjir
VIII
Serangan Jantung
IX
Tersedak
X
Luka
XI
P3K
Bab V
VI/XI
Bab
Bab VII